post

Hal yang Mungkin Luput di Proses Pemilu Inggris – Tidak menjadi hal gampang dan mudah bagi setiap masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses pemungutan suara. Beragam negara salah satunya Inggris memiliki tatanan untuk proses pemilu yang lebih sederhana. Namun, pemilihan umum di Inggris sempat mengalami pasang surut baik dari beberapa suasana, fakta-faktanya, dan dari sisi proses penghitungan statistiknya.

Karena itulah ada sejumlah poin penting yang kemungkinan luput dari perhatian masyarakat dunia, sebab Inggris menjadi satu contoh negara yang menggunakan proses pemilu sampai sekarang. Bagi negara berkembang sangatlah baik memperhitungkan semua porsi dari penggunaan sistem pemilihan umum yang kemudian dijadikan modal paling tepat untuk terus mengembangkan sistem pemilu lebih sempurna.

– Hal Menarik yang Mungkin Luput di Proses Pemilu Inggris
Meskipun Inggris dikatakan sebagai negara maju, akan tetapi dari proses pemilihan umum masih terus mengalami perubahan. Bukan hanya dari ketersediaan calon pemimpin saja, akan tetapi dari sisi metode untuk pemungutan suara juga perlu dicermati kembali oleh negara berkembang. Lalu seperti apa hal-hal lupu yang ada di dalam proses pemilu Inggris?

– TPS Masih Menjadi Tempat Pemungutan Suara
Sejak tahun 1997 sampai 2015, jumlah ketersediaan TPS cukup tinggi bahkan semakin meningkat dengan nilai kenaikan mencapai 2%. Namun di tahun 2015 kenaikan jumlah TPS bisa mencapai 69%, sehingga bisa kita cermati kembali bahwa ada banyak sarana-sarana terbaik yang kemungkinan masih bisa kita lihat dan gunakan untuk menilai proses pemungutan suara di setiap TPS.

– Pernah Selisih Suara Hanya Berjumlah 2 Saja
Menariknya, pertarungan dari dapil Richmond Park yakni calon Konservatif, Zac Goldsmith dan calon LIb Dem, Sarah Olney hanya berselisih suara berjumlah 45 saja. Meskipun dua kali perhitungan ulang ternyata dimenangkan oleh calon Konservatif.

Selain itu, terdapat pertarungan lebih ketat di daerah Skotlandia yang mana SNP masih menguasai kursi Fife North East dan menyatakan kemenangan dengan keunggulannya selisih 2 suara atau 0.005% suara. Hasil tersebut sudah dinyatakan valid sebab melalui tiga tahapan perhitungan suara yang semuanya benar-benar menarik untuk diulas.

– Kembalinya Sistem Politik Dua Partai
Sistem politik dua partai di Inggris terbilang sukses dan banyak menarik perhatian publik. Karena itulah kita bisa melihat bahwa politik Inggris ini telah kembali ke sistem dua partai dengan skala terbesar sejak tahun 1970an. Kemudian masuk di tahun 2015, UKIP sudah meraup prosentase suara mencapai 12.6%, sedangkan SNP telah memenangkan 56 dari 59 kursi.

Untuk itulah di tahun ini perolehan suara terdiri dari pembagian Konservatif 42%, Buruh 40%, Greens 2%, UKIP 2%, Lib Dems 7%. Dari sinilah pihak SNP sudah menjadi partai terbesar di Skotlandia akan tetapi Konservatif berhasil merebut 12 kursi dari mereka sejauh ini. Sedangkan untuk Partai Buruh sendiri sudah memenangkan tujuh dan pihak Lib Dems berhasil meraih tiga kursi.

Sebenarnya proses pemilihan suara dan penyusunannya dalam sistem politik tidak jauh berbeda dari politik di Indonesia. Akan tetapi dari sisi peluang baru lainnya sanggup membuahkan banyak sarana-sarana paling berbeda. Sehingga Inggris layak dijadikan acuan untuk pemilu modern.

Proses pemungutan suara di Inggris telah mengalami perubahan dan perkembangan cukup pesat. Karena itulah ada sejumlah poin penting yang kemudian bisa dihadirkan sebagai modal paling tepat untuk terus mengembangkan semua porsi dan kebutuhan utama yang kemudian sanggup dihadirkan sebagai modal paling tepat dalam sistem pemungutan suara di negara maju.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *